banner 728x250

DPC PDIP Perjuangan kabupaten Tulang bawang Peringati 30 tahun (Kudatuli) dan langsung gelar Renungan Suci di Aula DPC PDI-P

banner 120x600
banner 468x60

DPC PDIP Perjuangan kabupaten Tulang bawang Peringati 30 tahun (Kudatuli) dan langsung gelar Renungan Suci di Aula DPC PDI-P

Aktharjayamedia.com–

banner 325x300

Juli 1996, Ini Sejarahnya
Tulang bawang propinsi lampung
Minggu, 26 Juli 2026/ 12 :03 WIB
Dalam Tema /
untuk penghormatan terhadap perjuangan kader partai Serta Refleksi atas nilai nilai Demokrasi keberanian dan pengapdian kepada Rakyat

Peringatan peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996
Jakarta – Setiap 27 Juli, Indonesia memperingati peristiwa Kudatuli. Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 ini termasuk dalam sejarah politik Indonesia yang juga disebut sebagai peristiwa Sabtu Kelabu.
Lalu, apa yang dimaksud peristiwa Kudatuli? Apa yang terjadi pada tanggal 27 Juli 1996 saat itu? Berikut informasi selengkapnya.

Pengamat: Kudatuli Hanya Diperingati Tapi Partai Tak Dorong Penuntasan
Apa itu Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996
Dilansir situs resmi Komnas HAM, peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 adalah peristiwa kekerasan di kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Peristiwa itu terjadi di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Diduga, penyebab peristiwa Kudatuli adalah perebutan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) antara kubu Megawati Soekarnoputri dengan kubu Soerjadi. Namun, banyak pihak merasakan ada keganjilan dari penyebab utama kerusuhan tersebut.

Peristiwa itu sudah terjadi lebih dari 30 tahun yang lalu. Meski demikian, sisa dari peristiwa tersebut masih melekat dalam ingatan korban, keluarga korban serta saksi mata ketika kerusuhan tersebut terjadi.

Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996: Ada Pelanggaran HAM
Berdasarkan catatan Komnas HAM, sehari setelah terjadinya peristiwa Kudatuli, tepatnya 28 Juli 1996, Komnas HAM melakukan investigasi di bawah pimpinan Asmara Nababan dan Baharuddin Lopa. Dalam investigasi tersebut, ditemukan adanya indikasi terjadinya pelanggaran HAM.

Selain itu, peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 juga menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 100 miliar. Komnas HAM juga menilai terjadi enam bentuk pelanggaran HAm “

Ketua DPC PDI-P Utoyo dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada para tokoh, senior partai, kader, dan pengurus organisasi sayap yang hadir.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para senior dan tokoh partai yang telah hadir dalam acara peringatan 30 tahun Kuda Tuli di Kantor DPC PDIP Tulang Bawang,” ujar Utoyo.

Dalam kesempatan itu, Utoyo mengajak seluruh kader PDIP untuk tetap semangat, bekerja keras, dan solid dalam memperjuangkan kepentingan wong cilik serta kesejahteraan masyarakat. Kecil

“Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri, adalah tokoh sentral perjuangan demokrasi bangsa. Beliau adalah sosok perempuan yang telah berjuang mewujudkan demokrasi dan peduli terhadap wong cilik,” tutupnya. sambutan Persis di tahun tahun ketika di dunia nyata ,orang orng kecil yang percaya pada perubahan sedang di kepung.

Pada tanggal 27juli 1996 pengepungan itu mencapai puncaknya kantor sebuah partai di jalan Diponegoro diserbu oleh orang orang yang bertahan didalamnya.

Bukan seorang jendral, bukan orang kaya bukan elit di pukuli..ada yang hilang,ada yang sampai hari ini 30 tahun kemudian keluarga masih menunggu keadilan.

Saya bukan korban kudatuli,saya tidak berhak memakai penderitaan sebagai jubah tapi justru karna itu saya merasa berhutang karna jalan politik yang saya tempat semua nya berjalan di atas jalan yang dibuka oleh keberanian orng orng

Partai yang membesarkan saya PDI perjuangan lahir dari rahim peristiwa itu,demokrasi yang memungkinkan ..yang memungkinkann seorang……dipilih rakyat.dibayar dengan tubuh orng orng yang bertahan diponegoro

Bendahara DPC PDI-P Marjoko
ketua Praksi PDIP ” membacakan naskah dan mempin acara renungan suci

dihadiri seluruh Praksi PDIP Tulang bawang’ pengurus 15 PAC kecamatan terdiri dari ketua ‘Sekretaris dan bendahara pengurus Kader partai PDIP Tuba

Nusta Mega mantan anggota DPRD dari PDIP kabupaten tulang bawang pada tahu 1999/ 2009 menceritakan sejarah pada zaman nya menjadi pengurus partai sangat sulit dan banyak tantangan mau beli air minum aja susah dan beli kertas selalu sumbangan ‘setiap rapat partai ” tetap semangat lanjutnya ‘

Nusta Mega berpesan dengan anggota DPRD yang masih duduk jangan lupakan dengan masyarakat yang telah mendukung kita kalau ada undangan Pesta atau Undangan dll Sempatkan Hadir di acara itu kalau tidak bisa hadir kirim Amplop kadang masyarakat juga tidak butuh Amplop kedatangan kita membuat saibul hajat bahagia Ujarnya

Suharto selaku sejarah pernah menjadi anggota DPRD pada tahu 1999 dari DPC PDIP Tulangbawang’ sedikit banyakan perhah mengalami kesulitan dalam menjalankan anggota DPRD tetapi Bapak suharto tetap semangat demi masyarakat Tulang bawang pada waktu zaman itu

Bapak Jauhari adalah salah satu satgas Kader PDIP pada zaman itu tahun 1999 alhamdulillah saya tetap berteguh dengan ideologis pancasila adalah Bung Karno dan Mega wati sukarno putri salah satu Ibu pertiwi
Tutup jauhari(rd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *